Proyek Revitalisasi di SDN 14 Lambu Kibang diduga Carut Marut, Pelaksanaan Terindikasi Tidak Sesuai RAB

Lampungaktual.com, Tubaba – Dugaan carut marutnya proyek revitalisasi di SDN 14 Lambu Kibang, Tulangbawang Barat menuai perhatian publik. Proyek yang di ketahui di kerjakan secara swakelola ini juga ditengarai dikerjakan menyimpang dari RAB dan berpotensi merugikan negara.

Selain itu, pengawasan dan peran turut serta dari pihak-pihak terkait di antaranya seperti fasilitator, konsultan, serta disdik Tulangbawang Barat juga di pertanyakan, pasalnya, proyek revitalisasi ini juga terendus minim keterbukaan dan kedisiplinan.

Hal itu di buktikan setelah beberapa kali wartawan media ini berkunjung ke lokasi dan tidak sekalipun dapat bertemu dengan kepala sekolah maupun P2SP seperti Ketua, sekretaris, bendahara, hingga anggota tidak satupun dapat di temui di lokasi.

Menurut EK (32) salah satu staf tata usaha bersama beberapa dewan guru setempat menyebutkan, jika kepala sekolah SDN 14 Lambu Kibang Ahmad Zuki Purnama diketahui selalu aktif datang ke sekolah.

“Pagi tadi kepala sekolah kami masuk kok pak, tapi sekarang sedang ada rapat di SDN Tiyuh Gunung Sari katanya tadi,” Jelas EK bersama beberapa rekan wanitanya.

Mengenai revitalisasi sekolah, beberapa guru ini menerangkan jika Ketua P2SP adalah Zulkarnain alias Ateng dan bendahara bernama Rosa.

“Kalau anggota P2SP siapa saja yang di kaitkan menjadi anggota terus terang kami ngak tau pak, yang jelas di antara kami dan rekan kami lainnya segenap guru honorer sekolahan ini tidak ada yang di libatkan untuk jadi anggota P2SP bangunan tersebut, tugas kami hanya mengajar dan selaku operator saja,” Sambung mereka.

Pertanyaan publik, apakah ketua P2SP Zulkarnain atau sering di sebut Ateng tersebut mempunyai anak yang masih duduk bersekolah di tempat ini?

Di tempat berbeda, di konfirmasi team media ini beberapa tukang menjelaskan terkait penggunaan material maupun tekhnis pengerjaan pada besi tiang baik untuk kolom praktis dan kolom utama itu semua gunakan besi 10 mm dan untuk kolong cincin gunakan besi ukuran 8 mm.

“Jarak renggang kolong cincin ke kolong cincin yang kami terapkan ke bangunan ini dari 17 cm sampai 22 cm, itu semua perintah kepala sekolah kami hanya pekerja dan, Sesuai hasil kita ngukur bareng tadi pak,” Jelas tukang kepada wartawan.

Sementara, Ahmad Zuki Purnama kepala SDN 14 Lambu Kibang maupun Ketua P2SP Zulkarnain hingga saat ini belum bisa di konfirmasi lantaran di hubungi melalui ponsel tidak juga memberi respon meski dalam keadaan aktif.

(Hel….. Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *